KELOMPOK DUA
NUZULUL QUR’AN CIRI-CIRI DAN BENTUKNYA
A)
NUZULUL QUR’AN
Al-Qur’an diturunkan secara langsung dan bersamaan
karna sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-baqarah aya 185,
Al-qadar ayat 5 dan Ad-dukhan ayat 31.Ketiga ayat tersebut tidak bertentangan karena dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam satu malam yang mulia yaitu malam lailatul qadar dalam bulan Ramadhan. Secara dzahir ayat-ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah dimana Al-Qur’an (wahyu) turun kepadanya selama dua puluh tiga tahun. Namun para ulama banyak menafsirkan bahwa ayat tersebut bermaksud Al-Qur’an diturunkan secara langsung ke baitul izzah dilangit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian setelah itu diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah.
Para ulama menjelaskan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara langsung yaitu untuk menyatakan kebesaran Al-Qur’an dan kemulian orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an (Muhammad S.A.W.). Dalam buku terjemahan Manna’ Khalil al-Qaththan As-Suyuti mengatakan: Dikatakan bahwa rahasia diturunkannya Al-Qur’an sekaligus kelangit dunia adalah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an yaitu dengan memberitahu kepada penghuni tujuh langit bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang akan diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia.
Al-Qur,an diturunkan secara bertahap karna sesuai firman Allah SWT dalam surah isra’ ayat 106. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur;an diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah agar dapat di sampaikan kepada manusia secara perlahan.
Al-Qur’an (wahyu) turun kepada Rasul S.A.W. dari waktu ke waktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dalam masyarakatnya sendiri, karena itu hanya kabut disaat musim panas bagi nya.
B)
CIRI-CIRI DAN
BENTUK AL-QUR’AN
Sebagaimana
yang telah kita ketahui ciri-ciri dan bentuk Al-qur’an sangatlah banyak. Diantaranya
ialah :
1) Firman Allah,
Artinya
bahwa kitab suci Al-Quran merupakan kumpulan firman-firman Allah yang diformulasikan
oleh Allah swt sendiri baik makna maupun teksnya. Sementara Nabi SAW sekedar
menerima, tanpa memformulasikan ulang. Ini sekaligus memberikan penegasan untuk
membedakan antara hadis dan al-Quran. Hadis walaupun kandungan maknanya berasal
dari Allah, tetapi formulasi verbalnya berasal dari kreatifitas nabi. Sementara
al-Quran baik makna maupun formulasi verbalnya sepenuhnya berasal dari Allah
swt, nabi sekedar menerima jadi (taken for granted) apa yang diturunkanya
kepadanya.
2) Berlafal bahasa arab.
Artinya bahwa
al-Quran itu disebut sebagai al-quran manakala berlafalkan bahasa Arab, bukan
bahasa lainya. Ini sekaligus untuk membedakan antara al-Quran dan terjemah
al-quran atau tafsir al-quran. Sekalipun terjemah al-quran sangat sempurna
dalam penyalinan makna al-Quran dalam bahasa lain, tidak bisa dan tidak boleh
disebut sebagai al-Quran sendiri. Karena penerjemahan walaupun sangat sempurna
tidak bisa mewakili makna dan kandungan al-Quran secara keseluruhan. Karena
penerjemahan sudah tidak lagi murni, akan tetapi peran akal manusia sangat
dominan. Sehingga seringkali penerjemahan antara satu orang dengan orang lain,
atau satu masa dengan masa yang lain seringkali mengalami perubahan. Oleh
karena itu terjemahan atau yang lainya tidak bisa dan tidak boleh disebut
sebagai al-Quran itu sendiri. Ini dilakukan dalam rangka untuk menjaga
otentisitas al-Quran dari dahulu sampai akhir zaman.
3) Mengandung mukjizat.
Mukjizat
al-Quran tidak diragukan lagi. Dari susunan huruf, kata, kalimat, ayat, maupun
surat semuanya mengandung keistimewaan yang tidak dimiliki oleh buku-buku
karangan manusia. Demikian juga dari segi makna, isyarat-isyarat ilmiah, dan
pembacaan telah begitu banyak melahirkan kekaguman, pencerahan, karya dan
peradaban manusia dari periode ke periode.
4) Tertulis di dalam mushaf.
Ini
artinya bahwa al-Quran itu disebut sebagai al-Quran, karena tertulis atau
ditulis dalam mushaf, tidak sekedar dihafal dalam otak manusia dalam bentuk
cerita, dongeng atau tutur tinular, dari mulut ke mulut. Al-Quran itu ditulis
dari generasi pertama hingga sampai saat ini, dan akan terus berlangsung sampai
akhir zaman. Transmisi al-Quran disamping mengandalkan tradisi oral (lisan)
yang sudah terbentuk dari generasi awal Islam juga dipandu oleh tradisi tulis
al-Quran, sehingga keduanya saling melengkapi dan memperkuat otentisitas
al-Quran hingga sampai saat ini.
5) Dimulai dari surat al-fatihah dan
ditutup dengan surat an-nas.
Susunan surah
dan ayat al-quran didasarkan pada tauqifi (ketetapan dan petunjuk dari
Nabi SAW langsung) yang dimulai dari surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah
an-Nas. Sehingga susunan selain ini, dianggap sebagai tafsir al-Quran bukan
al-quran itu sendiri. Seperti Susunan al-Quran yang didasarkan pada kronologi
turunya al-Quran, tidak diangap sebagai al-Quran, tetapi tafsir al-Quran.
0 komentar:
Posting Komentar