BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

BTemplates.com

BTemplates.com

Senin, 04 September 2017

KELOMPOK DUA




NUZULUL QUR’AN CIRI-CIRI DAN BENTUKNYA
A)    NUZULUL QUR’AN
     Al-Qur’an diturunkan secara langsung dan bersamaan karna sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-baqarah aya 185, Al-qadar ayat 5 dan Ad-dukhan ayat 31.
Ketiga ayat tersebut tidak bertentangan karena dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam satu malam yang mulia yaitu malam lailatul qadar dalam bulan Ramadhan. Secara dzahir ayat-ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah dimana Al-Qur’an (wahyu) turun kepadanya selama dua puluh tiga tahun. Namun para ulama banyak menafsirkan bahwa ayat tersebut bermaksud Al-Qur’an diturunkan secara langsung ke baitul izzah dilangit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian setelah itu diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah.
     Para ulama menjelaskan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara langsung yaitu untuk menyatakan kebesaran Al-Qur’an dan kemulian orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an (Muhammad S.A.W.). Dalam buku terjemahan Manna’ Khalil al-Qaththan As-Suyuti mengatakan: Dikatakan bahwa rahasia diturunkannya Al-Qur’an sekaligus kelangit dunia adalah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an yaitu dengan memberitahu kepada penghuni tujuh langit bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang akan diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia.
     Al-Qur,an diturunkan secara bertahap karna sesuai firman Allah SWT dalam surah isra’ ayat 106. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur;an diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah agar dapat di sampaikan kepada manusia secara perlahan.
     Al-Qur’an (wahyu) turun kepada Rasul S.A.W. dari waktu ke waktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dalam masyarakatnya sendiri, karena itu hanya kabut disaat musim panas bagi nya.
B)    CIRI-CIRI  DAN BENTUK AL-QUR’AN
   Sebagaimana yang telah kita ketahui ciri-ciri dan bentuk Al-qur’an sangatlah banyak. Diantaranya ialah :
1) Firman Allah,
Artinya bahwa kitab suci Al-Quran merupakan kumpulan firman-firman Allah yang diformulasikan oleh Allah swt sendiri baik makna maupun teksnya. Sementara Nabi SAW sekedar menerima, tanpa memformulasikan ulang. Ini sekaligus memberikan penegasan untuk membedakan antara hadis dan al-Quran. Hadis walaupun kandungan maknanya berasal dari Allah, tetapi formulasi verbalnya berasal dari kreatifitas nabi. Sementara al-Quran baik makna maupun formulasi verbalnya sepenuhnya berasal dari Allah swt, nabi sekedar menerima jadi (taken for granted) apa yang diturunkanya kepadanya.

 2) Berlafal bahasa arab.
Artinya bahwa al-Quran itu disebut sebagai al-quran manakala berlafalkan bahasa Arab, bukan bahasa lainya. Ini sekaligus untuk membedakan antara al-Quran dan terjemah al-quran atau tafsir al-quran. Sekalipun terjemah al-quran sangat sempurna dalam penyalinan makna al-Quran dalam bahasa lain, tidak bisa dan tidak boleh disebut sebagai al-Quran sendiri. Karena penerjemahan walaupun sangat sempurna tidak bisa mewakili makna dan kandungan al-Quran secara keseluruhan. Karena penerjemahan sudah tidak lagi murni, akan tetapi peran akal manusia sangat dominan. Sehingga seringkali penerjemahan antara satu orang dengan orang lain, atau satu masa dengan masa yang lain seringkali mengalami perubahan. Oleh karena itu terjemahan atau yang lainya tidak bisa dan tidak boleh disebut sebagai al-Quran itu sendiri. Ini dilakukan dalam rangka untuk menjaga otentisitas al-Quran dari dahulu sampai akhir zaman.

3) Mengandung mukjizat.
Mukjizat al-Quran tidak diragukan lagi. Dari susunan huruf, kata, kalimat, ayat, maupun surat semuanya mengandung keistimewaan yang tidak dimiliki oleh buku-buku karangan manusia. Demikian juga dari segi makna, isyarat-isyarat ilmiah, dan pembacaan telah begitu banyak melahirkan kekaguman, pencerahan, karya dan peradaban manusia dari periode ke periode.
4) Tertulis di dalam mushaf.
Ini artinya bahwa al-Quran itu disebut sebagai al-Quran, karena tertulis atau ditulis dalam mushaf, tidak sekedar dihafal dalam otak manusia dalam bentuk cerita, dongeng atau tutur tinular, dari mulut ke mulut. Al-Quran itu ditulis dari generasi pertama hingga sampai saat ini, dan akan terus berlangsung sampai akhir zaman. Transmisi al-Quran disamping mengandalkan tradisi oral (lisan) yang sudah terbentuk dari generasi awal Islam juga dipandu oleh tradisi tulis al-Quran, sehingga keduanya saling melengkapi dan memperkuat otentisitas al-Quran hingga sampai saat ini.
      5) Dimulai dari surat al-fatihah dan ditutup dengan surat an-nas.
Susunan surah dan ayat al-quran didasarkan pada tauqifi (ketetapan dan petunjuk dari Nabi SAW langsung) yang dimulai dari surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas. Sehingga susunan selain ini, dianggap sebagai tafsir al-Quran bukan al-quran itu sendiri. Seperti Susunan al-Quran yang didasarkan pada kronologi turunya al-Quran, tidak diangap sebagai al-Quran, tetapi tafsir al-Quran.

0 komentar:

Posting Komentar