BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

BTemplates.com

BTemplates.com

Senin, 09 Oktober 2017

KELOMPOK TUJUH





HURUF DAN QIRA’AH SAB’AH




A.    PENGERTIAN QIRA’AT SAB’AH
Qira’at merupakan cabang ilmu tersendiri dalam ulumul Qur'an. Ilmu Qira’at tidak mempelajari halal-haram atau hukum-hukum tertentu. Menurut bahasa قراءات adalah bentuk jamak dari قراءة yang merupakan isim masdar dari قرأ yang artinya "Bacaan".
Adapun menurut istilah, ilmu qira′at adalah Ilmu yang membahas tentang tata cara pengucapan kata-kata Al-Qur`an berikut cara penyampaiannya, baik yang disepakati (ulama ahli Al-Qur`an ) maupun yang terjadi dengan menisabkan setiap wajah bacaannya kepada seorang Iman Qiro’at.
Qira’at adalah bentuk ucapan (pengucapan) kalimat Al Qur’an yang didalamnya termasuk perbedaan-perbedaan yang bersumber dari Rosululloh SAW. Tiap-tiap Qiraat yang disandarkan pada seorang Imam memiliki kaidah-kaidah bacaan tertentu dan juga memiliki rumusan-rumusan tajwid yang berbeda-beda dalam rangka untuk membaguskan bacaannya. Dari sini dapat dikatakan bahwa Qira’at dan tajwid merupakan dua ilmu yang berbeda tetapi sangat berkaitan erat. Ilmu Qira’at mengenai bentuk peengucapan bacaan, sedangkan ilmu tajwid bagaimana mengucapkan dengan baik.
Qiro’at Sab’ah atau Qiro’at Tujuh adalah macam cara membaca Al-Qur’an yang berbeda. Disebut qiro’at tujuh karena ada tujuh imam qiro’at yang terkenal masyhur yang masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. Tiap imam qiro’at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. Tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca Qur’an, Sehingga ada empat belas cara membaca al-qur’an yang masyhur. Perbedaan cara membaca itu sama sekali bukan dibuat-buat, baik dibuat oleh imam Qiro’at maupun oleh perawinya. Cara membaca tersebut merupakan ajaran Rasulullah dan memang seperti itulah Al-Qur’an diturunkan. Jadi, kesemuannya ini adalah bacaan-bacaan al Quran yang sama kuat derajat ke Qur’anannya. Bacaan ini, masing-masing boleh di baca siapapun meski pembaca atau pendengarnya tidak mengerti. Contohnya, bacaan عَليهمْ -Ùˆ عليهمُ – عليهُÙ… . Boleh mambaca salah satunya, asalkan bacaannya menjalur pada satu model bacaan, tidak campur dengan bacaannya Imam Tujuh. Contoh lagi, (ملك - مالك)  mim panjang atau yang pendek boleh-boleh saja. Contoh yang tidak boleh adalah (الدين ÙŠَومَ Ù…َÙ„َÙƒَ), mungkin ini maknanya masih sama dengan (الدين يومَ Ù…َلكِ) tapi tidak boleh membaca (الدين ÙŠَومَ Ù…َÙ„َÙƒَ) karena ini bukan salah satu dari bacaannya Imam Tujuh.

B.     LATAR BELAKANG TIMBULNYA PERBEDAAN QIRA’AT
Beberapa faktor yang melatar belakangi timbulnya perbedaan qira’at diantaranya yaitu :
  1. Perbedaan syakkal, harokat atau huruf. Karena mushaf mushaf terdahulu tidak menggunakan syakkal dan harokat, maka imam-imam qira’at membantu memberikan bentuk-bentuk qira’at.
  2. Nabi sendiri melantunkan berbagai versi qira’ah didepan sahabat-sahabatnya. Seperti dalah suatu hadis:
            “Dari umar bin khathab, ia berkata, “aku mendengar hisyam bin hakim membaca surat al-furqon di masa hidup rasulullah. aku perhatikan bacaannya. tiba-tiba ia membaca dengan banyak huruf yang belum pernah dibacakan rasulullah kepadaku, sehingga hampir saja aku melabraknya di saat ia shalat, tetapi aku urungkan. maka, aku menunggunya sampai salam. begitu selesai, aku tarik pakaiannya dan aku katakan kepadanya, ‘siapakah yang mengajarkan bacaan surat itu kepadamu?’ ia menjawab, ‘rasulullah yang membacakannya kepadaku. lalu aku katakan kepadanya, ‘kamu dusta! demi Allah, rasulullah telah membacakan juga kepadaku surat yang sama, tetapi tidak seperti bacaanmu. kemudian aku bawa dia menghadap rasulullah, dan aku ceritaan kepadanya bahwa aku telah mendengar orang ini membaca surat al-furqon dengan huruf-huruf (bacaan) yang tidak pernah engkau bacakan kepadaku, padahal engkau sendiri telah membacakan surat al-furqon kepadaku. maka rasulullah berkata, ‘lepaskanlah dia, hai umar. bacalah surat tadi wahai hisyam!’ hisyam pun kemudian membacanya dengan bacaan seperti kudengar tadi. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan.’ ia berkata lagi, ‘bacalah, wahai umar!’ lalu aku membacanya dengan bacaan sebagaimana diajarkan rasulullah kepadaku. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan huruf yang mudah bagimu di antaranya.’” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Jarir)
 
3. Adanya pengakuan nabi (takrir) terhadap berbagai versi qira’ah para sahabatnya. 
4. Perbedaan riwayat dari para sahabat nabi menyangkut bacaan ayat-ayat tertentu.
5. Karen perbedaan dialek (lahjah) dari berbagai unsur etnik dimasa nabi.
Jadi itulah beberapa faktor yang melatar belakangi timbulnya perbedaan qira’at di kalangan umat islam.

C.    DASAR HUKUM
Agar Al-Qur’an mudah dibaca sebagian kabilah arab yang kenyataannya pada masa itu mereka mempunyai tingkat yang berbeda beda, maka Rosulullah membuat bacaaan Al-Qur’an dari Allh AWT untuk bacaan bahasa yang mereka miliki. Banyak hadis-hadis nabi yang menerangkan bahwa Allah telah mengizinkan bacaan Al Qur’an dengan tujuh wajah umat Islam mudah membacanya. Karena itu mushaf-mushaf dapat dibaca dengan berbagai qira’at sebagaimana dalam sabda Rosulullah SAW yang artinya:

“sesungguhnya Al-qur’an ini diturunkan atasa tujuh huruf (cara bacaan), maka bacalah (menurut) makna yang engkau anggap mudah.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam sebuah hadis lain juga dijelaskan yang berbunyi :
“Dari Ibnu Abas RA ia berkata : Rasulullah bersabda : Jibril telah memberikan Al-Qur’an kepadaku dengan satu huruf, lalu aku senantiasa mendesak dan berulang kali meminta agar ditambah, dan ia menambahnya hingga sampai tujuh huruf” (HR. Bukhori Muslim)

D.    MACAM–MACAM QIRA’AT
Berkenaan dengan Qira’at ini terdapat bermacam-macam Qira’at dan yang masyhur ada 7 macam, dikenal dengan sebutan qira’ah Sab’ah, suatu qira’at yang dibangsakan kepada tujuh imam Qira’at yaitu :
As-Suyuti mengutip Ibnu Al-Jazari yang mengelompokkan qira’ah berdasarkan sanad kepada enam macam, diantaranya :
1.      Qira’ah Mutawatir, yaitu Qira’ah yang periwayatannya melalui beberapa orang, seperti Qira’ah Sab’ah yang menurut jumhhur ulama’ Qira’ah sab’ah ini semua riwatnya adalah mutawatir, para imam yang termasuk dalam Qira’ah sab’ah adalah:

a.       Nafi’ bin Abdurrahman (w.169 H.) di Madinah
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.
Syaikh Syathiby mengemukakan: “Nafi’ seorang yang mulia lagi harum namanya, memilih Madinah sebagai tempat tinggalnya. Qolun atau Isa dan Utsman alias Warasy, sahabat mulia yang mengembangkannya.
b.      Ashim bin Abi Nujud Al-asady (w. 127 H.) di Kufah
Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu’bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H.
Kitab Syathiby dalam sya’irnya mengatakan: “Di Kufah yang gemilang ada tiga orang. Keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkeh Abu Bakar atau Ashim ibnu Iyasy panggilannya. Syu’ba perawi utamanya lagi terkenal pula si Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya, itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai.
c.       Hamzah bin Habib At-Taymy (w. 158 H.) di Kufah
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh, wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 158 H. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.
Syatiby mengemukakan: “Hamzah sungguh Imam yang takwa, sabar dan tekun dengan Al-Qur’an, Khalaf dan Khallad perawinya, perantaraan Salim meriwayatkannya.
d.      Ibnu amir al- yahuby (w. 118 H.) di Syam
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi’in, belajar qira’at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid, dalam qira’atnya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan.
Dalam hal ini pengarang Asy-Syathiby mengatakan: “Damaskus tempat tinggal Ibnu ‘Amir, di sanalah tempat yang megah buat Abdullah. Hisyam adalah sebagai penerus Abdullah. Dzakwan juga mengambil dari sanadnya.
e.       Abdullah Ibnu Katsir (w. 130 H.) di Makkah
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah, ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat di Makkah pada tahun 130 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.
Asy-Syathiby mengemukakan: “Makkah tempat tinggal Abdullah. Ibnu Katsir panggilan kaumnya. Ahmad al-Bazy sebagai penerusnya. Juga….. Muhammad yang disebut Qumbul namanya.
f.       Abu Amr Ibnul Ala (w. 154 H) di Basrah
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry, sorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
Asy-Syathiby mengatakan: “Imam Maziny dipanggil orang-orang dengan nama Abu ‘Amr al-Bashry, ayahnya bernama ‘Ala, Menurunkan ilmunya pada Yahya al-Yazidy. Namanya terkenal bagaikan sungai Evfrat. Orang yang paling shaleh diantara mereka, Abu Syua’ib atau as-Susy berguru padanya.
g.      Abu Ali Al- Kisa’i (w. 189 H) di Kufah
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H.

2.      Qiroa’at Masyhur, yaitu qiro’ah yang memiliki sanad sohih, tetapi tidak sampai pada kualitas mutawatir, sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan tulisan mushaf Usmani, masyhur di kalangan ahli qiro’ah dan tidak termasuk qiro’ah yang keliru dan menyimpang. Misalnya qiro’at dari imam yang tujuh yang disampaikan melalui jalur berbeda-beda. Sebagian perawi misalnya meriwayatkan dari Imam Tujuh, sementara yang lainnya tidak. Qiro’at semacam ini banyak di jumpai kitab-kitab Qiro’ah misalnya At-taisir karya Ad-dani, Qashidah karya As-Syatibi, Au’iyyah Annasr Fi Qiro’ah Al-Asyr dan Taqrib An-Nasyr, keduanya karya Ibnu Al-Jaziri. Menurut AlZarqani dan Subhi Al-Sholih kedua tingkatan Muttawatir dan Masyhur sah Bacaannya dan wajib meyakininya serta tidak mengingkari sedikitpun dari padanya.
3.      Qiroat Ahad, yaitu qiro’at yang sanadnya sohih tetapi tulisannya tidak cocok dengan tulisan mushaf usmani yang juga tidak selaras dengan kaidah bahasa arab. Qiro’at ini tidak boleh untuk membaca al-qur’an.
4.      Qiro’at Syadz, yaitu yaitu qiro’ah yang sanadnya tidak sohih. Contoh:ملك يوم الدين  (di baca malaka yauma)
5.      Qira’ah maudlu’ (palsu), Qira’ah ini tdak boleh untuk membaca Al-Qur’an.
6.      Qira’ah mudraj yaitu qira’at yang didalamnya terdapat kata atau kalimat tambahan yang biasanya dijadikan penafsiran bagi ayat Al-quran .
Kedua qira’at diatas (maudlu dan mudraj)  tidak dapat dijadikan pegangan dalam baca’an Al-Qur’an.
Jika ditinjau dari segi para pembacanya ( Qurro’ ) Qira’ah dibagi atas :
1.      Qiro’ah Sab’ah : yang di sandarkan pada Imam Tujuh ahli qira’a, yaitu qira’ah yang telah disebutkan diatas. Ada dua alasan kenapa di sebut qira’ah sab’ah:
Pertama : ketika kholifah Utsman menirim ke berbagai daerah itu berjumlah tujuh buah yang masing-masing disertai dengan ahli qira’ah yang mengajarkan. Nama Sab’ah berasal dari jumlah qurro’ yang mengajarkan yaitu Sab’ah (tujuh).
Kedua : tujuh qira’ah itu adalah qira’at yang sama dengan tujuh cara (dialek) bacaan diturunkannya Al-qur’an. Dua pendapat diatas di sampaikan oleh Prof. Dr. H. Abdul Djalal H.A. yang mengutip dari pendapat Imam Al-Maliki.

2.      Qir’ah Asyrah : qira’ah yang di sandarkan kepada sepuluh orang ahli qra’ah, yaitu tujuh orang yang sudah tersebut dalam qira’ah sab’ah di tambah dengan tiga orang, yaitu:
a.         Abu Ja’far Yazid Ibnul Qa’qa Al-qari (w. 130 H.) di Madinah
b.         Abu Muhammad Ya’ Qub bin Ishaal-Hadhary (w. 205 H.) di Basrah
c.         Abu Muhammad Kholf bin Hisyam Al-A’masyy (w. 229 H.)
Menurut sebagian ulama’, pembatasan terhadap tujuh ahli qira’at kurang tepat, karna masih banyak orang (ulama’) lain yang juga mamahami dan pandai tentang qira’at.
3.      Qira’ah Arba’a Asyrata : yaitu qira’ah yang di sandarkan kepada 14 ahli qira’ah yang megajarkannya, sepuluh ahli qira’ah yang telah di tulis di tambah dengan empat orang, yaitu:
a.       Hasan Al-Bashri (w. 110 H.) di Basrah
b.      Ibnu Muhaish (w. 123 H.)
c.       Yahya Ibnu Mubarok Al- Yazidy (w. 202 H.) di Baghdad
d.      Abu Faroj Ibnul Ahmad Asy-Syambudzy (w. 388 H.) di Baghdad.

E.     HIKMAH MEMPELAJARI QIRA’AT
Dengan bervariasinya Qira’at, maka banyak sekali manfaat atau faedahnya, diantaranya:
             1.          Menunjukkan betapa terpelihara dan terjaganya kitab Allah dari perubahan dan penyimpangan.
             2.          Meringankan umat Islam dan memudahkan mereka untuk membaca al-Qur’an.
             3.          Untuk mempersatukan umat islam diatas dasr bahasa yang satu.
             4.          Bukti kemukjizatan al-Qur’an dari segi kepadatan makna, karena setiap qira’at menunjukkan sesuatu hukum syara tertentu tanpa perlu pengulangan lafadz.
             5.          Untuk menjelaskan suatu hukum dari beberapa hukum.
             6.          Untuk menjelaskan sebagian lafad yang mubham (samar).
             7.          Memperbesar pahala .

Rabu, 04 Oktober 2017

MAKALAH SIM





TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BISNIS MODERN

ABDUL JAWAD RITONGA
1630200050
INRA ALSYURAHMAN
1630200044
ANISAH
1630200030


FAKULTAS DAKWAH  ILMU DAN KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIPADANGSIDIMPUAN
2017/2018

Informasi dalam Bisnis Modern








PENDAHULUAN




            Di era modernisasi ini, teknologi dan komunikasi seolah tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya memiliki keterikatan dalam membantu kehidupan manusia dan keduanya memiliki peranan tersendiri. Kemajuan teknologi sangat terasa di bidang IT atau Teknologi Informasi. Teknologi dan informasi merupakan aspek penting dalam menunjang kegiatan manusia di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan lain-lain. Dalam penjelasan ini penulis akan menjelaskan peranan komunikasi dalam dunia bisnis dan teknologi informasi dalam komunikasi bisnis.
            Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa komunikasi sangat penting dalam komunikasi bisnis. Apabila komunikasi bisnis berjalan lancar, benar, dan efektif maka kegiatan bisnis akan berkembang, serta akan terjalin hubungan baik antara pebisnis dengan costomer. Begitu pula dengan teknologi yang telah banyak digunakan untuk mendukung proses bisnis. Pebisnis yang membutuhkan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan mereka membutuhkan teknologi dalam kegiatan bisnisnya. Komputerisasi merupakan program atau teknologi yang menunjang dalam bidang bisnis. Mulai dari input data, proses data, menyimpan data, dan mendistribusikan data. Yang semuanya itu dilakukan oleh komputer sehingga akan berjalan secara otomatis dan tidak dikerjakan lagi secara manual. Teknologi dan komunikasi sangat penting dalam bidang bisnis.
 




PEMBAHASAN
1.      Peranan Komunikasi dalam Bisnis
Arti penting komunikasi adalah sebagai sarana atau alat untuk menciptakan jalinan pengertian yang sama dan serasi serta menimbulkan dasar tindakan serta dasar terbentuknya kerja sama. Dengan kata lain peranan komunikasi dapat diformulasikan sebagai berikut :
  • Sebagai alat untuk menciptakan kesamaan pengertian.
  • Sebagai alat untuk menggerakkan perbuatan atau reaksi pesan (komunikator).
2.       Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).
Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.
3.       Keuntungan Menguasai Teknologi Informasi
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif(kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan.
a.Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
  • Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  • Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  • Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  • Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
  • Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagaicyber crime yang lainnya
Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
b. Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
  • Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
  • Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
  • Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasisteleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
  • Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
  • Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
  • Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
  • Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
c. Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
  • Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
  • Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
  • Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :
  • Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
  • Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
d. Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
  • Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
  • e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
  • Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
  • Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
  1. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
  2. Penerapan TIK dalam bidang pendidikan
Bila negara ingin maju tentu yang pertama diperhatikan adalah bagaimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada. Kemudian dari TIK tersebut bagi diterapkan pada berbagai bidang dan SDM yang ada.Pendidikan semakin berkembang dan semakin canggih dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi. Semakin canggih teknologi yang dimiliki maka semakin bagus pula pendidikan yang diterapkan pada peserta didik dan orang awam. Saat ini untuk mengembangkan pendidikan dapat ditempuh dengan berbagai cara seperti melalui internet, video maupun audio. Komunikasi yang dilakukan melalui internet diras lebih efektif dan efisien untuk pengembangan pendidikan sehingga proses pembelajaran semakin efisien.
  • Penerapan TIK dalam bidang bisnis
Dalam dunia bisnis, teknologi informasi dan komunikasi sangat penting terutama untuk menciptakan produk baru yang lebih bagus dari produk sebelumnya.Hampir semua bisnis memanfaatkan TIK. Saat ini banyak dilakukan jual beli secara online atau dikenal dengan bisnis online, hal ini adalah salah satu pemanfaatan TIK dalam dunia bisnis. Dengan menggunakan internet dan beberapa perangkat lainnya yang mendukung tersebut maka bisnis bisa semakin cepat berkembang.
4. Penerapan TIK dalam bidang kesehatan
Dunia kesehatan juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, halini bisa ditunjukkan dari beberapa penerapan teknologi saat perawatan medis pasien, kemudahan dalam mendeteksi penyakit maupun pengobatan yang dilakukan baik dengan bedah atau operasi maupun pengobatan lainnya. Semakin pesat perkembangan teknologi informasi yang ada maka semakin canggih pula dunia medis yang diterapkan.
  • Penerapan TIK dalam dunia perbankan
Dalam dunia perbankan pun teknologi informasi dan komunikasi juga sangat penting seperti dengan adanya internet banking. Penggunakan teknologi ini sangat menguntungkan nasabah karena sangat mudah digunakan dan tidak memungut biaya yang mahal. Beberapa penerapan teknologi tersebut memang bisa membuat kemajuan dunia yang luar biasa bahkan semakin berlomba masing-masing negara untuk menciptakan teknologi yang canggih dan lebih modern untuk kemajuan.
  • Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Sistem informasi adalah salah satu cara agar organisasi bisnis dapat memberikan keunggulan kompetitif. Teknologi informasi merupakan sumber daya keempat setelah sumber daya manusia, sumber daya uang, sumber daya mesin yang digunakan untuk membentuk dan mengoperasikan perusahaan. Teknologi informasi dalam organisasi akan membantu penyediaan informasi dalam pengambilan keputusan seorang manajer dalam suatu perusahaan dengan cepat. Sistem informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan kinerja individual dalam organisasi bisnis yang pastinya juga akan meningkatkan kerja organisasi. Teknologi sistem informasi saat ini memainkan peranan penting dalam mendukung pengambilan keputusan oleh manajemen dalam pengevaluasian. Dimana evaluasi tersebut berguna dalam membantu tercapainya keberhasilan atas pengembangan sistem informasi.
Keberhasilan suatu sistem informasi tergantung pada kemudahan dan pemanfaatan pemakai sistem terhadap teknologi yang ada dalam sistem karena teknologi akan membantu individu dalam menyelesaikan tugasnya. Suatu hal yang amat penting diperhatikan oleh perilaku bisnis dalam merapkan teknologi informasi adalah sejauh mana keberhsilan sistem tersebut membawa dampak positif dalam peningkatan kinerja baik individual maupun organisasi secara keseluruhan.
Penerapan teknologi informasi dalam sistem informasi perusahaan atau organisasi harus dipertimbangkan dari sisi efisiensi dan keefektifan serta pemanfaatan dari pemakaian teknologi informasi tersebut. Untuk mengukur seberapa besar manfaat atau pengaruh teknoligi sistem informasi dalam suatu perusahaan atau organisasi diperlukan suatu evaluasi untuk memberikan gambaran keberhasilan sistem itu sendiri. Evaluasi yang dilakukan terhadap teknologi sistem informasi bermula dari pemakai. Karena pemakai dapat berasumsi mengenai teknologi sistem informasi yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan dan sesuai dengan kebutuhannya. Peranan Teknologi informasi ini tentu saja untuk mempermuda akses pebisnis dan konsumen, membuka peluang bisnis, dan memberikan apa yang sedang diperlukan oleh orang-orang.




KESIMPULAN

Kemajuan teknologi telah mempermudah berjalannya kegiatan bisnis, terutama dalam komunikasi bisnis. Pebisnis tidak perlu bertatap muka dengan costomer, semua dapat dengan mudah dengan system komputerisasi. Penggunaan teknologi yang benar dalam dunia bisnis akan mendukung kegiatan bisnis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensasi waktu, mengurangi biaya operasional, meningkatkan hubungan dengan konsumen, dan dapat membuat system strategi bisnis yang baru. Peranan Teknologi informasi ini tentu saja untuk mempermuda akses pebisnis dan konsumen, membuka peluang bisnis, dan memberikan apa yang sedang diperlukan oleh orang-orang.
 Penerapan teknologi ini juga terkadang tidak cocok bagi suatu organisasi. Maka dari itu perlu adanya evaluasi pemakai atas teknologi. Jika evaluasi pemakai atas teknologi cocok dengan kemampuan dan tuntutan dalam tugas pemakai, maka akan memberikan dorongan pemakai untuk memanfaatkan teknologi sistem informasi. Jika telah terjadi evaluasi, peranan teknologi komunikasi akan berjalan dengan seharusnya dan akan terus berkembang sejalan dengan kegiatan berbisnis.