BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

BTemplates.com

BTemplates.com

Senin, 28 Agustus 2017

ULUMUL QUR'AN


PENGERTIAN,  NAMA-NAMA, DAN PROSES TURUNNYA AL-QUR'AN


A. PENGERTIAN AL-QUR'AN
     Al-qur'an adalah mukjizat islam yang kekal dan mukjizat selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Al-qur'an diturunkan Allah kepada Rasul Muhammad s.a.w. untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang terang, serta membimbing mereka kejalan yang lurus.
     Ditinjau dari bahasa, Al Qur'an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a - yaqra'u - qur'anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah al Qur'an yaitu pada surat al Qiyamah ayat 17 - 18.
   Secara istilah, al Qur'an diartikan sebagai kalm Allah swt, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah swt sendiri dengan perantara malaikat jibril dan mambaca al Qur'an dinilai ibadah kepada Allah swt.
`  Para ulama yang mengatakan bahwa cara melafalkan kata Al-Qur'an dengan tidak menggunakan hamzah pun terpecah menjadi dua kelompok :
a. sebagian dari mereka, diantaranya adalah Al-Asy'ari, mengatakan bahwa kata Al-Qur'an diambil dari kata kerja "qarana" (menyertakan) karena Al-Qur'an menyertakan surat, ayat, dan huruf-huruf.
b. Al-Farra' menjelaskan bahwa kata Al-Qur'an diambil dari kata dasar "qara'ain" (penguat) karena Al-Qur'an  terdiri dari ayat-ayat yang saling menguatkan dan terdapat kemiripan antara satu ayat dan ayat-ayat lainnya.

B. NAMA-NAMA AL-QUR'AN
     1)  Al-Quran
Alqur’an artinya bacaan. Nama Al-qur’an Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al isra’ ayat  9.
    
      2)  Al-Kitab
Alkitab artinya Buku. Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah ayat
           
      3)  Ad-Dzikru
Adzikru artinya pemberi peringatan. Nama Adzikru Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-hijr ayat 9 
      4)  Al-Furqan
Alfurqan artinya pembeda antara yang hak dan yang batil. Nama Alfurqan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-furqan ayat 1:

      5)  At-Tanzil
Attanzil artinya yang diturunakan. Nama Attanzil Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asysyuara’ ayat 192:

      6)  Al-Huda
Alhuda artinya petunjuk. Nama Alhuda Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-jin ayat 13:

      7)  Al-Mau'idhah
Almau’idhah artinya  pelajaran atau nasihat. Nama Al-mauidhaha Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:

    8) Asy-Syifa'
Asy syifa’ artinya oabat atau penyembuh. namaAsysyifa’ Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah yunus ayat 57:
           
     9) An-Nur
An nur artinya cahaya. Nama An nur Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Annisa’ ayat 174:

     10) Ar-Rahmah
Ar rahmah artinya karunia. Nama Arrahmah Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah An-Namlu ayat 77:
     11) Al-Kalam
Al kalam artinya ucapan atau firman. Nama Al kalam Allah sebutkan dalam Al-quran surah At taubah ayat 6:

     12) Al-Busyra
Albusyra artinya kabar gembira. Nama Al busyra Allah sebutkan dalam Alqur’an surah An nahlu ayat 10

     13) Al-Mubarak
Al mubarak artinya yang diberkati. Nama Al mubarak Allah sebutkan dalam Al-qur'an surah Al an'am ayat 92
           
     14) Al Aziz
Al aziz artinya yang mulia. Nama Al aziz Allah sebutkan dalam Al-qur'an surah fussilat ayat 41
           
     15) Al Mubin
Al Mubin artinya yang menerangkan. Nama Al Mubin Allah sebutkan dalam Al-qur'an surah Al maidah ayat 15
           
     16) Al Majid
Al Majid artinya yang dihormati. Nama Al Majid Allah sebutkan dalam Al-qur'an surah Al buruj ayat 21

C. PROSES TURUNNYA AL-QUR'AN
      Allah menurunkan Al-Qur'an kepada rasulullah s.a.w. untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Al-Qur'an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya Al-Qur'an yang pertama kali pada malam lailatul qodar  merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad.
     Al-Qur’an diturunkan secara langsung dan bersamaan karna sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-baqarah aya 185, Al-qadar ayat 5 dan Ad-dukhan ayat 31.
Ketiga ayat tersebut tidak bertentangan karena dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam satu malam yang mulia yaitu malam lailatul qadar dalam bulan Ramadhan. Secara dzahir ayat-ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah dimana Al-Qur’an (wahyu) turun kepadanya selama dua puluh tiga tahun. Namun para ulama banyak menafsirkan bahwa ayat tersebut bermaksud Al-Qur’an diturunkan secara langsung ke baitul izzah dilangit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian setelah itu diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah.
     Para ulama menjelaskan bahwa hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara langsung yaitu untuk menyatakan kebesaran Al-Qur’an dan kemulian orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an (Muhammad S.A.W.). Dalam buku terjemahan Manna’ Khalil al-Qaththan As-Suyuti mengatakan: Dikatakan bahwa rahasia diturunkannya Al-Qur’an sekaligus kelangit dunia adalah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an yaitu dengan memberitahu kepada penghuni tujuh langit bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang akan diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia.
     Al-Qur,an diturunkan secara bertahap karna sesuai firman Allah SWT dalam surah isra’ ayat 106. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur;an diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah agar dapat di sampaikan kepada manusia secara perlahan.
     Al-Qur’an (wahyu) turun kepada Rasul S.A.W. dari waktu ke waktu sehingga dapat meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki dijalan dakwah tanpa menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dalam masyarakatnya sendiri, karena itu hanya kabut disaat musim panas bagi nya.


Rabu, 23 Agustus 2017

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA


Saya baca ini rasanya tersentuh. Saya share yaa.... barangkali bermanfaat

*HUKUMAN YANG TIDAK TERASA*

Seorang murid mengadu kepada gurunya:
_"Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita"_.

Sang Guru menjawab dengan tenang:
_"Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa"_.